Showing posts with label Mereka yang Special. Show all posts
Showing posts with label Mereka yang Special. Show all posts

Monday, May 5, 2014

The Greatest Sharing Fella!

Menyelami akhir masa muda sebagai mahasiswa adalah masa-masa pelik terindah yang jika suatu hari nanti dikenang, akan membuat senyum terkembang tak henti. Nah, di detik-detik masa semau-gue yang ga akan berlangsung lama ini, rasanya tidak ada salahnya mengenang mereka yang special.. yang selalu hadir tak terduga diantara beratnya menjadi mahasiswa semester akhir.

Yes, beruntungnya saya bertemu dengan teman saya yang satu ini, Nuwailah Rochmah Rufqoti atau panggil saja namanya Wella. Mahasiswa tingkat akhir yang baru saja menginjakkan kaki di angka 22 tahun ini adalah the greatest sharing fella deh.

Wella
Kenapa begitu? kontributor terbesarnya mungkin karena adanya banyak kesamaan minat dan hobby. Sesimple itu juga kami bisa dekat pada awalnya. Yap, hal pertama yang membuat kami dekat adalah hobby membaca komik detektif conan yang kebetulan didistribusikan oleh teman sekelas kami, ferry saat masa sekolah abu-abu beberapa tahun silam. Hal yang favorit dari komik tersebut yang sering kami bahas adalah kecerdikan serta kebodohan tingkah Sinichi Kudo dan Heiji Hattori saat mereka bertemu, apalagi saat berhadapan dengan Ran Mouri dan Kazuha sebagai lawan karakter mereka. 

Memasuki masa perkuliahan, ternyata tidak membuat kami putus komunikasi hingga sekarang. Apalagi tak disangka-sangka kami malah masuk dalam kereta yang sama, kereta bernama Sastra Inggris meskipun duduk dalam gerbong yang berbeda. Wella adalah Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya yang katanya sih, sekarang udah berubah jadi UIN Surabaya ya? ya itulah.

Wella adalah lagi-lagi the greatest sharing fella yang paling kece saat kami bertemu di sela-sela liburan dalam reuni kecil bersama gang SMA. ketika semua teman kami tidak menemukan banyak kecocokan topik saat mengobrol, kami malah asyik membahas materi-materi yang sudah dan akan kami terima di sepanjang semester kuliah.

Kebiasaan berbagi ini akhirnya berlanjut dan berguna sekali di penghujung masa perkuliahan seperti sekarang ini, terutama disaat kami sama-sama tengah berjuang keras melawan virus paling mematikan bernama 'kemalasan'. Tidak perlu menunggu lama datangnya masa liburan untuk berceritera, temuan teknologi bernama internet yang beranak pinak menjadi beragam social media pun cukup ampuh menjembatani kebiasaan berbagi kami. Sebut saja chat facebook, yang sesekali menemani sharing-time kami. selain facebook, sms secara berkala serta telepon berjam-jam juga dijabanin kalo memang sedang berpulsa hahaha. 

me and wella at Mc Donalds Sidoarjo
Tapi, apa sih yang emang lagi hot diobrolin sampe segitunya? tentu saja santapan topik baru kami yang selalu menghantui dimana pun kami pergi. Meskipun selera kami sama, namun santapan topik kali ini bisa jadi memiliki tingkat keunikan yang berbeda satu sama lain. Membicarakannya semacam tidak ada habisnya, jika ada waktu kosong yang mempertemukan kami. Skripsweet atau Sweethesis, terserah kalian menyebutnya apa adalah santapan tersebut. Mengusung tema Victorian Age dan Queer Theory yang tentu saja tidak saling bertabrakan terkadang membuat kami tertawa ngilu mengingat keduanya yang harus segera diselesaikan semester ini juga.

Sebenarnya bukan bobot topik skripsweetnya sih yang penting dikala kami membahasnya bersama. Adalah hal kecil yang terkadang tanpa sadar berkontribusi besar pada kehidupan kitalah yang justru lebih berharga dan special, seperti sebuah kalimat membangun, memotivasi dan menguatkan yang akhirnya membuat kami saling bertukar kegelisahan berikut kebahagian bersama. 

Terima kasih Wella, atas setiap kehadirannya di tengah-tengah kegilaan akhir masa muda ini. Terima kasih atas segala tumpah ruah yang terlontar dan terdengar. Semoga semester ini, kita akan sama-sama lulus dan mendapatkan tiket menuju wilder world, hahaha

on the craziest moment with wella - Mc Donalds, 9 April 14 
Anyway, happy birthday juga untuk yang kesekian kalinya yaa, always be there as the greatest sharing fella ever! 

best regards,
@fatimahghaniem
Malang, 4 June 2014

p.s.:  wants to know her more? just go to her account here

Sunday, June 2, 2013

The Inspiring Best Friend

   There is a lot of things you can take a lesson, indeed. Seperti halnya beberapa hari ini, ah tidak sepanjang masa perkuliahan ini, saya sangat bangga mengenalnya.

    Berawal dari perbincangan tidak penting jumat malam lalu, rasanya ingin sekali terbang ke masa-masa awal perkuliahan. Dimana dulu saya hanyalah seorang anak lulusan SMA ingusan yang tidak tahu-menahu dunia perkuliahan, beserta hedonisme organisasi dan pergaulannya. Ah, saya memang cupu sekali dulu!

    Tidak, tentu saja saya tidak menyesali menjadi diri saya yang sekarang ini. Justru saya sangat menikmati dan bersyukur setiap proses yang saya jalani menjadi diri saya yang sekarang ini. Hmm.. memang seperti apa sih saya sekarang? No! saya bukan siapa-siapa dan memang ga perlu menjadi siapa-siapa untuk mendapatkan seorang teman yang sangat luar biasa sepertinya, the person who always inspires me to be a better person day by day!

    Sebenernya saya pernah membahas tentang dia di postingan awal tahun ini, tapi gapapalah ngomongin dia lagi, terus kalo kamu emang pengikut setia blog tidak jelas ini pasti tahu siapa, hoho.

    Mari sebut saja dia, Tiyas-bukan nama sebenarnya, adalah seorang gadis yang tumbuh dengan latar belakang keluarga yang sama dengan saya, well maksudnya sama-sama anak tunggal! Kami punya paham yang sama dalam beberapa hal untuk mengarungi dunia perkuliahan yang semakin kesini semakin membosankan karena beban organisasi yang terus menghimpit di tengah gentingnya mengejar gelar sarjana kami. Well, sebenarnya yang membuat saya sangat takjub dengan pribadinya bukan hanya dari segi bagaimana Tiyas mampu membagi waktunya antara organisasi, keluarga dan kuliah beserta kehidupan hedonisme ala anak kos yang kami lakukan beberapa kali demi menghilangkan kejenuhan kehidupan kuliah, tetapi juga ketegarannya dalam menghadapi badai kemelut anak muda yang ada dan tinggal begitu nyamannya dalam relung hatinya selama 3 tahun masa kuliah ini. Ah, saya ga sanggup menceritakan kisahnya disini bahkan menggunakan nama samaran. Selain hanya akan membuat kalian menangis, saya ga mau membuat si Tiyas tertawa terbahak-bahak ke-GR-an membaca postingan ini!

    Ini seriusan lhooo, orang yang denger ceritanya itu kemungkinan 99,99% bakal terharu dengan ketegarannya, sedangkan si empunya cerita malah ketawa terbahak-bahak karena heran dengan respon pendengar. Perlukah kejiwaanmu diperiksa? hahaha tentu tidak, disanalah letaknya saya, sebagai orang yang (semoga) paling mengenalnya, mendapatkan banyak pelajaran berharga darinya. Thank you for these long journey!!

  Yang bisa nebak who is Tiyas adalah orang-orang beriman yang berada disekitar kami, hahahahaha

for the lovely warmest best friend ever
@fatimahghaniem - 2 June 2013