Friday, January 4, 2013

Hari ke-3 : Apakah Ini Gejala Gila?

Where is me? Pernah ga sih terlintas di benak kalian pertanyaan itu? Atau simpelnya pernah ga kalian ngerasa tidak menjadi diri sendiri atau mungkin kehilangan jati diri? Kalau kamu belum pernah merasakannya, maka kamu orang yang beruntung! Apalagi kehilangan jati diri, ih jangan sampe lah!

Kenapa? Tidak tahu pasti bagaimana saya bisa menjelaskannya, tapi tentu alasan itu ada. Bagi saya, saat-saat dimana saya merasa this is not me! itu sangat menyebalkan. Rasanya kamu sedang berada dalam pergulatan yang tidak kenal ujung dalam pemikiranmu sendiri. 

Contoh misalnya, saya mengeluhkan kepadatan kegiatan saya sehari-hari. Mengeluh adalah hal yang paling saya hindari selama ini, tetapi disaat saya benar-benar merasa lelah dan secara spontan mengeluarkan keluhan saya.. secepat datangnya petir yang mengejutkan, saya berantem dengan pemikiran otak saya. Saat-saat seperti itu, ketidak-sinkron-an antara gerak, otak dan hati benar-benar bersekutu membuat saya merasa seperti orang gila! ketika otak memerintah untuk berhenti mengeluh dan bekerjalah dengan ikhlas, hati saya merasa terinjak-injak sambil berkata "dikiranya ga capek apa kerja terus? I need a rest!" maka yang terjadi dengan saya adalah terdiam gagu dan mengidap short memory lost berkelanjutan. Benar, saya seperti orang bodoh, tidak tahu saya mau melakukan apa sampai akhirnya teman baik saya, Nony akan mengingatkan kembali kemana saya hari ini berencana dan seharusnya bergerak! Big thank you, Non.

Hari ini, saya juga menemukan lagi satu contoh how I betray myself. Entah kenapa mendadak reaksi tubuh  lepas kendali untuk menangis dengan alasan yang sepele dan bahkan pemikiran saya sendiri merasa itu that's a stupid reason ever! Saya bukan benci menangis, tapi tidak suka saja. Apa bedanya coba? hahaha, benci berarti saya tidak akan pernah melakukannya bukan? tapi tentu saja terkadang saya menyetujui airmata untuk beberapa alasan saja, bukan untuk hal ga penting semacam ditinggal pacar, diputusin, dil-LDR-in (kayak si empunya blog sebelah, ulwan fakhri yang sok ganteng itu), atau h al-hal yang seharusnya bisa saya hadapi tanpa airmata seperti karena nilai saya jelek, habis dimarahin orang tua, atau bahkan saat kehilangan orang tersayang. Jadi seperti apa saya boleh menangis? saat saya benar-benar membutuhkannya! Jadi, apa yang terjadi hari ini dengan tangisan saya? ceritanya, saya hanya sedikit kecewa pada seseorang, tidak bisa saya jelaskan kenapa tapi ya bagi saya hal itu sangat sepele. Sepanjang perjalanan saya merasa kesal dan hampir menangis, dan pertengkaran antara hati dan otak saya kembali dimulai! 

Otak : kamu terlihat bodoh sekali menangisinya, hentikan! 
Hati : tidak bisa, ini sih curang! tidak biasanya dia seperti ini
Otak : tidak biasanya juga kamu bertingkah seperti gadis kecil cengeng yg merengek karena tidak dibelikan ice cream
Hati : dulu aku juga seorang gadis kecil, berhentilah berkomentar, aku butuh jawaban!
Otak : apa kamu tidak lelah mempertanyakannya?
Hati : seberapa banyak pertanyaan yg tak ingin kau sampaikan, sebanyak itu aku perlu jawabannya!

Nah, nah.. saya tahu, yang baca ini bakal bilang, what the hell is this? Begitu juga saya sebenarnya. Jadi apakah ini gejala kegilaan? lagi-lagi saya mendapat short memory lost. Berada ditengah perjalanan yang tiba-tiba saja saya tidak tahu harus kemana, sampai akhirnya sebuah telepon bentakan dari Best Friend saya, Ope, mengingatkan untuk segera datang ke Sekber. Tidak hanya itu, sebuah keanehan terjadi setelahnya. Pertengkaran antara si Otak dan si Hati pun berakhir dengan kembalinya sinkronisasi reaksi gerak tubuh saya yang menyunggingkam senyuman setelah sebuah text sms mendarat dengan indah di handphone bulukan saya. Jadi Apakah saya gila?

 (fatimahghaniem - 03 Januari 2013)

Wednesday, January 2, 2013

Hari ke-2 : Dikejar deadline

Dikejar deadline itu sejuta rasanya! Sebel sama keburu-buru adalah hal yang ga terpisahkan dari yang namanya deadline. Bukan, bukan deadline menulis @30HariBercerita yang sedang saya bicarakan, walaupun semalam saya mengejar waktu menyelesaikannya. Namun, deadline kepanitiaan di tengah badai ujian akhir semester yang bikin horor ini!

Seharian ini saya harus berkejaran dengan waktu untuk mengumpulkan tugas UAS yang dimulai jam 9 pagi, kemudian kembali mencari rental printer untuk mencetak sejumlah undangan untuk acara pemutaran film yang diprakarsai mahasiswa Sastra Inggris 2010, dan dilanjut ke kampus lagi mencari Ibu Kapel dan Pak Taufan, dosen pengampu mata kuliah Drama saya.

Menunggu, ya tentu pekerjaan yang cukup menyita waktu dan berhubungan dengan yang namanya nganggur! Sesiangan di kampus demi bertemu dengan tim acara untuk menyelesaikan urusan undangan ini, dan akhirnya selesai jam 4 sore! Itu pun sudah kelewat jauuuh dari deadline yang diberikan tim humas, oh well.. mau gimana lagi?

Saat ini pun, saya sedang dikejar waktu mengetik ini. Sekaraang saya harus pergi lagi ke kampus untuk menghadiri Rapat di UKM serta Rapat persiapan Pemutaran Film di Fakultas. Apa saya harus jadi Amoeba untuk membelah diri? Yang jadi pikiran saya sebenarnya cuma satu! Bagaimana dengan nasib UAS Jerman saya? Bayangkan 50 Soal yang sudah disiapkan oleh dosen saya yang sudah mengirimkan sinyal-sinyal keganasannya semenjak liburan pekan sunyi lalu! Argh...

(fatimahghaniem - 2 Januari 2013)

Hari ke-1 : Short Rush Travelling

Ini pertama kalinya saya berlompatan ke 4 kota sekaligus dalam waktu 3 Hari! Bagaimana rasanya? Menyenangkan! Capek ga sih? ah itu urusan belakangan.

Diawali dari keinginan berujung perjanjian untuk pergi bermain ke rumah teman-teman di Sidoarjo pada akhir tahun 2012, maka kalender tanggal 30 Desember 2012 hingga 1 Januari 2013 saya blacklist dari kegiatan lain. Beberapa ajakan untuk New Year Eve bersama teman-teman terpaksa saya tolak. Bukan karena tidak mau, tapi sudah terlanjur janji dengan para penggiat Visit Sidoarjo.

Secepat datangnya angin berhembus, sebuah ajakan pergi ke Pantai Papuma dari kawan sejawat semasa SMA datang tepat satu hari sebelum saya pergi ke Sidoarjo. Jangan ditanya, tentu saya tergoda. Apalagi dengan iming-iming free transportasi! Seperti halnya adam tergoda buah khuldi  akibat godaan syetan, akhirnya saya memberanikan diri izin untuk memundurkan jadwal kedatangan saya di Sidoarjo. Tentu saja, izin dari orang tua saya juga perlu saya pertimbangkan. well, here is it.. Saya pergi ke Pantai Papuma!



Panjang perjalanan yang saya lalui dari Bangil-Jember yang setara dengan 4 Jam itu akhirnya disambut oleh hujan badai yang menyejukkan. Awalnya memang ragu untuk melanjutkan perjalanan, tapi toh tidak ada yang bisa menghentikan langkah kami untuk mengunjungi Papuma yang terkenal karena keelokannya. Sesampainya disana, saya jatuh cinta! Walaupun mereka bilang Papuma tidak terlihat sempurna akibat cuaca gelap setelah hujan badai, tapi.. saya tetap cinta dan ingin kembali kesana. Meninggalkannya pun saya tidak rela pada penghujung senja yang bergerak datang mengusir pengujung pantai.




Selalu ada kenangan di setiap perjalanan, tentu saja. Sama halnya dengan Papuma, dimana saat kebersamaan yang kami habiskan dengan bercanda dan saling olok yang tak pernah berakhir. Namun, sayangnya 30 Desember milik saya menemui akhir.  Tepat jam 12 malam saya masuk rumah, dan berhasil memeluk guling dengan damainya.


31 Desember 2012 di pagi hari adalah pagi yang ramai. Kedua orang tua saya entah kenapa juga ikut meramaikan suasana dengan sibuk membangunkan serta memperingatkan saya untuk segera pergi ke Sidoarjo. Setelah melakukan berbagai negosiasi dengan mata saya yang nagih minta jatah tidur yang kekurangan, serta mempertimbangkan protes telinga saya yang sudah lelah mendengar hiruk pikuk orang tua, maka saya berangkat meninggalkan rumah di siang bolong, jam setengah 11 tepatnya. And really, it was the worst choice pergi jam segitu! Produksi keringat meningkat secepat larinya tupai, bahkan nyampe Sidoarjo pun saya tidak perlu berfikir dua kali untuk segera membeli Es Oyen di pinggir jalan (memang tidak ada hubungannya sih-_-). So damn hot!


Mendekati jam 5 sore, teman-teman seperjuangan saya di masa perkuliahan sudah mulai menampakkan diri. Seperti biasa, melakukan kekonyolan demi kekonyolan yang sangat hina-able untuk bisa dilontarkan, hingga akhirnya kami pergi menuju lokasi pembakaran yang disiapkan khusus oleh nurul, teman kami yang rela direpotin demi suksesnya visit sidoarjo. Acara bakar-bakar pun dilalui dengan tawa serta hinaan, seperti biasa. Namun, sedikit special dengan adanya kembang api gratis yang bahkan kami ga perlu repot untuk menikmatinya, tersedia live di pelataran rumah sambil tetap asyik melakukan pembakaran dan santap makan malam hingga jam 12 malam. Keramaian 1 Januari kami pun menjadi semakin berwarna dengan hiasan tidur ngelindur Si Doel ala Amin, teman dengan suara tidur paling keras, yang secara live report disampaikan Fakhri, yang ini adalah teman yang ngaku ganteng tapi hina-able. Selain itu, masih ada Iqbal yang ngelindur ala pahlawan bertopeng beserta Tara, pacarnya dan Sasmi, yang ngakunya paling sekseh. Tidak perlu dijelaskan apa yang terjadi, selalu sama, saling hina. Bahkan ketika saya dan Sasmi pergi meninggalkan Sidoarjo terlebih dahulu, dimana kurang dari 24 Jam penjelajahan yang saya lakukan. 

1 Januari 2013. Hari ini, hari kesukaan saya. Bukan karena tahun barunya, tapi lebih karena saya kembali pergi dengan kereta api. Rasanya kangen sekali lama tak bepergian bersamanya, apalagi menuju kota Bangil yang tak pernah henti kurindukan. Tidak ada cerita special di kota Bangil  yang kuhampiri hanya 4 jam saja, karena saya kembali bertemu dengan kawan sejawat diatas kereta dan berlari menuju kota Malang, tempat kami bertemu dan mengemban kewajiban sebagai seorang mahasiswa. 

Perlompatan 4 kota ini memang tidak signifikan, tapi melakukannya dalam 3 hari dengan rute yang tidak beraturan.. sungguh ini bagaikan short rust travelling dengan pemberhentian yang dikejar waktu layaknya pit stop dalam perlombaan balap Formula 1. Sangat mendebarkan namun menyenangkan!

Jadi, Januari.. jangan banyak mengeluh ya! Mari bekerja sama menyongsong hari-hari saya dengan semangat dan senyuman!


(fatimahghaniem - 1 Januari 2013)

Saturday, December 29, 2012

Tentang Jejak-jejak itu

Jejak-jejak itu sudah tercium, dan.. semua orang tengah mengolok-oloknya. Aku bingung harus apa? Menjawab salah bahkan diamku pun salah. Tidak-tidak, bukan tingkah laku mereka yang ku khawatirkan, tapi kamu.. ya kamu yang ku khawatirkan. Sekuat apa kamu mendengar kekonyolan ini? Sejauh mana kamu akan bertahan bersama jejakmu? atau kamu memilih mengakhirinya, bersama jejakmu? 

Jika kamu bertanya bagaimana denganku, aku sendiri tidak tahu jawabnya. Karena aku pun tak tahu harus melangkah kemana bersama jejakku. Kami linglung menentukan arah, terkadang keputusan kami pun seolah tiada gunanya. Aku dan jejakku lebih sering berjalan memutar, tersesat dalam jalur yang sama, setiap harinya. Lucu sekali kan? Ah ya, ada satu lagi yang lucu! Kamu tahu.. aku tak mengerti bagaimana memaknai jejak ini. Bodoh sekali kan? Bagaimana denganmu? Aku pernah mendengar jawabannya, dan kuharap kamu jujur. 

Hey, biarkan aku titip salam pada jejakmu, karena mungkin jejakku akan merindukannya. Jangan khawatirkan aku, aku adalah orang yang kuat kan? Aku hanya ingin jejak-jejak itu bahagia, menjaring bebas kerinduan dan keriangan yang tertebar bersamanya. Ya, itu saja.. semoga itu cukup.


(fatimahghaniem - 29 December 2012)

Writer's note : *lirik jam* JAM 00.30 PAGI? BAGUS! Biography belum rampung malah buka blog. Beginilah, mahasiswa sastra inggris yang ga tau diri ini, pemirsa (-,-). Baiklah, semoga anda berkenan membaca tulisan saya yang semakin tidak jelas ini. Special thank to @nonanony yang rela saya paksa baca :))

Tuesday, December 25, 2012

Merindu Hujan

Sudah lama aku jatuh cinta pada hujan, karena bersamanya aku merasa aman. Hujan selalu bisa membuatku tersenyum kembali dan selalu bisa menutupi tangisanku, ya hanya hujan. 

Saat ini aku sedang merindukan hujan. Entah kenapa hujan tak mau berkunjung di kota kecil penuh kepelikan ini. Sudah 3 hari aku disini, dan sekalipun tak menemuinya. Inginku bertanya, hey hujan kau sedang apa disana?

Terkadang aku geli, memangnya hujan bisa mendengarmu? jangan terlalu berharap. Hujan hanya akan datang jika memang sudah waktunya ia tiba, dan bukannya datang sesuai inginmu.

Tapi sungguh, aku merindukan hujan.. merindukan rintiknya.. merindukan desahannya.. merindukan baunya.. 

Apa karena udara panas di sini tak mengizinkanmu untuk sekedar singgah? Atau sebenarnya kau tengah mengujiku untuk tetap berdiri tegap tanpa hadirmu?

Tidak bisa hujan, saat ini aku sungguh merindukanmu..

Karena hanya dengan hujan aku bisa memeluk rindu, melampiaskan caci dan mencium kelegaan. Karena hanya dengan hujan, ku mendengar restu doa Tuhan yang dikirim melalui rintiknya. Karena hanya dengan hujan, aku bisa tersenyum kembali menghadapi dunia.

Hujan, kuharap kau segera datang dan memelukku, aku sudah tidak tahan..

(fatimahghaniem - 25 December 2012)

Monday, December 24, 2012

Hanya Terima Kasih-ku

Jika kamu mengenalku, kamu harusnya tahu aku tidak sekuat itu mampu melawan dunia. Selalu, selalu ada orang-orang terbaik yang mendukungku, menyemangatiku, dan rela meluangkan waktu untuk mencaciku demi kebaikan. Ya, itulah letak kekuatanku. Tanpa mereka, aku tak sekuat ini. 

Kamu tau, kamu juga termasuk orang-orang itu. Bagiku, secuil kata penyemangat darimu laksana ribuan motivasi dari orang-orang di sekitarku. Bagiku kamu berbeda! Kamu bagaikan kerikil kecil yang berdampak besar bagi hidup seekor semut sepertiku. Sangat besar dampaknya, sudah beberapa kali keputusan besarku datang berkatmu, dan aku bersyukur akan itu. Mungkinkah kau seorang malaikat yang dikirim Tuhan untuk menata-ulang hidupku? entahlah aku tidak tahu.

Kamu tahu betapa aku suka hujan? tidak, tentu kamu tidak tahu. Mungkin kamu bilang aku gila, tapi dengarlah. Setiap kali hujan turun, ada ribuan doa yang dikirim Tuhan untuk umatnya, untukku juga. Aku selalu mencintai rintik hujan yang membasahi tubuhku, ya inilah jawabnya kenapa aku tidak suka payung. Aku suka rintiknya, dan aku bohong jika aku bilang, aku tak suka basah karenanya. Aku menikmatinya..




Kamu tahu kenapa aku tak suka strawberry? rasa asamnya sungguh mencekik tenggorokanku. Aku tidak benci, bahkan terkadang aku memakannya. Hanya, aku tak kuat untuk sekedar mencicipinya walaupun begitu menggoda. Sama, sama seperti halnya dengan mawar yang mempesona, aku tak berani mendekat.. karena aku tak mau durinya melukaiku.

Bagaimana dengan apel? daridulu aku suka apel, dan begitu juga dengan filosofi serta cerita-cerita didalamnya. Aku paling suka filosofi rotten apple dan poisoned apple-nya snow white. Ya, aku suka snow white juga, kamu pasti baru tahu kan? Hmm.. bukan masalah besar kok, yang penting kamu inget jalan ceritanya snow white saja itu cukup. 

Bagi snow white, apel punya peran besar dipenghujung cerita dimana hanya karena sebuah apel beracun, ia bertemu dengan a right man dan berbahagia pada akhirnya. Cerita anak ini pun berlanjut di film thailand populer A Little Thing Called Love. Nah, kamu tau ga? Hahaha seharusnya sih tahu. Masih inget sebuah scene yang menunjukkan perhatian Shone melalui sebuah apel gigitan dan note kecil kepada Nam. Benar, scene itu.. dan apel itu.. ya, kamu pasti tahu. Sebuah perhatian kecil melalui media apel, buah favoritku. Lalu bagaimana dengan Rotten Apple? Aha ya, film itu cukup menginspirasiku. Kamu tahu, apel akan sangat cepat mengasam jika dikupas dan dibiarkan sebentar saja akibat tergores udara? darisanalah ku ambil analogi penggambaran seseorang yang terabaikan. Ya, seperti halnya banyak orang, mereka tak akan suka diabaikan. Sama, sama sepertiku.

Lihatlah, aku sudah bicara banyak tanpa tahu tujuanku apa menulisnya. Beginilah aku, orang yang sok terstruktur namun scattered pada realitanya. Aku bukan orang yang mudah berkata-kata, sebenarnya. Pasti kamu tidak tahu, kan? 

Tidak apa. Aku hanya ingin mengungkap beberapa hal, termasuk ucapan terima kasih yang tak terhingga untuk kebaikanmu selama ini. Terimakasih :))

(fatimahghaniem - 24 December 2012)

Saturday, December 1, 2012

My Shining November

Shining is not the exact word that I may use to draw the days I have spent for the whole november, but yeah... I do not deny to say my November quite run well. Almost perfect!

In the beginning, It was so happy adjudicating on Internatiol Relation Festival even I have done a shame action on the Grand Final round. Really I hate a political and economic issue if I do not know the news first! Unification of Korean Peninsula? really great motion, Peng! In the end it is fun, yeah.. getting money for sure - oopss!

Continuing to prepare SD Castle for the next week! Ow it should be a busy November not the shining one haha. Interesting closing events for all freshmen, I do glad to say good bye to SD Castle! Yeah, you know.. it was so hard working to prepare the events! Well, I may not only say about HARD WORK, but HEART WORK. Tension is there, I am quite enough learn how to deal with it. I hope so, it was a great learning even if I wish I do not want to face the "unique" personality anymore. :)

Jumping to the next week, the third one I have ESC! the most waiting events, the long preparation.. I do put a high effort for these! It is not only the sacrifacition to my major, not only my big promise to someone to bring this event to be better, but personally.. this is my betting, my evidentiary.. to me, to yaa.. some people who I want to know. It was driving me crazy when I ended up the events and I wanted to say it loudly "SEE? I CAN DO THAT! I HAVE DONE IT!"

No, no.. it is not the end of my November. I still have EJVED after ESC. It was so honour to have a chance to be one of the invited adjudicator of EJVED 2012. It was really great events also to my beloved FORMASI who championed the first and the third place. See how November bring me lots of happiness?

Well, it is only small surfaces of the Shining november I ever had. There is.. so many things which drive me crazier than this. Well, something more deeper rather than just having great events to do. Something that I can only save to me, to several people that is involved there. Something that you are grateful or even hateful enough to be spoken public.

Yeah, something which can make you brighter or even darker. Well, it was so crazy even to remember. Making me to write a garbage story which cannot fully understand the purpose in the end hahaha LOL

HEY SHINING NOVEMBER, thanks a lot! I love you with all of the troubles :*
So December, be cool and great for the last :D


(ghaniem 30/11/2012)